Jumat, 29 Agustus 2008

Teknik dasar dalam menangani manusia

“Kalau Anda Ingin Mengumpulkan Madu, Jangan Tendang Sarangnya”

Sama dengan halnya dengan kriti. Kritik adalah hal yang sia-sia karena menempatkan orang dalam posisi defensif dan biasanya membuat orang itu mempertahankan dirinya. Kritik itu berbahaya, karena melukai rasa kebanggaan seseorang, melukai perasaan pentingnya, dan membangkitkan rasa benci. Dengan mengkritik, kita tidak membuat perubahan yang langgeng dan sering kali menimbulkan rasa benci. Hans Selye, seorang piskolog besar berkata “kehausan kita akan persetujuan, sama besarnya ketakutan kita pada kritik.” Sehinnga dia harus berjiwa besar, karena seseorang yang berjiwa besar akan memperlihatkan kebesarannya dari cara dia memperlakukan orang lain.

Rahasia Besar Dalam Berurusan Dengan Manusia

Satu-satunya cara yang bisa menggerakkan diri anda melakukan apa pun adalah dengan memberikaan diri anda apa yang diri anda inginkan. Sebab jelas pada perinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untu dihargai dan di sanjung. Sehingga cara terbaik mengembangkan diri seseorang adalah dengan menghargai dan mendorong semangatnya.
Bayangkan jika sebagian orang merasa lapar akan perasaan penting sehingga mereka benar-benar menjadi gila untuk memperolehnya, bayangkan keajaiban apa yang anda dan saya dapatkan dengan memberikan kepada mereka penghargaan anda yang jujur. Namun, harus diingat bahwa penghargaan dan sanjungan itu berbeda. Yaitu yang satu tulus dan yang satunya tidak tulus. Yang satu berasal dari hati dan yang lainnya dari gigi. Yang satu tidak mementingkan diri; yang lainnya demi diri sendiri. Yang satunya di kagumi dunia; yang lainnya dikutuk dunia. Sebuah kata bijaksana dari filsafat jendral obregon “Jangan takut pada musuh yang menyerang anda, takutlah pada kawan-kawan yang menyanjung anda.”

Dia Yang Mampu Melakukan Akan Memiliki Dunia Bersamanya. Dia Yang Tidak Bisa, Akan Berjalan Dalam Jalan Yang Sepi

Kebanyakan orang tidak senang dengan cerita apa yang kita inginkan. Jadi, satu-satunya cara di bumi ini untuk mempengaruhi orang lain adalah berbicara tentang apa yang mereka inginkan dan tunjukkan kepada mereka bagaimana memperolehnya. Berikut ada satu saran terbaik mengenai seni berhubungan dengan manusia “Kalau perna ada rahasia tentang sukses, itu adalah kemampuan untuk melihat segala sesuatunya dari sudut pandang orang lain, dan juga dari sudut pandang anda.”

Kamis, 28 Agustus 2008

Tips ketika di Jogja

1. Berhati-hatilah dengan orang-orang yang keliatan sok dekat dan memaksa menjadi pemandu wisata Anda meskipun tidak diminta. Mereka akan membujuk Anda untuk pergi ke toko-toko tertentu dengan mengatakan keburukan toko-toko yang lain. Mereka melakukan ini untuk mendapatkan komisi dari toko tersebut.

2. Berhati-hatilah dengan Becak seribu’an. Pengemudi beck akan menawari Anda dengan 1000 rupiah bisa berkeliling Malioboro. Kenyataanya, mereka hanya akan membawa Anda ke toko-toko tertentu untuk membeli barang-barang tertentu yang kadang tidak Anda butuhkan.

3. Jika Anda mencoba menawar barang di kaki lima, mulailah dengan penawaran separo harga.

4. Sebelum memutuskan membeli sesuatu dari sebuah toko (penjual), cobalah untuk membandingkan harga di tempat lainnya.

5. Berhati-hatilah selama berjalan-jalan di Malioboro, kadang-kadang ada banyak pencuri dan copet disana.

wisata pegunungan kali urang

Pada lereng gunung Merapi, didekat Plawangan terhampar kota mungil Kaliurang yang berhawa sejuk, yang jauhnya lebih kurang 25 kilometer dari kota Yogyakarta. Sejak zaman penjajahan Belanda, kota yang memiliki pemandangan indah, serta memiliki berbagai fasilitas rekreasi yang memadai.

Kini, Kaliurang telah menjadi lebih menarik lagi, dengan telah dibangun dan dikembangkannya berbagai sarana rekreasi dan berbagai fasilitas lain, seperti : kolam renang, hutan rekreasi, taman hiburan dan arena olahraga.

Bagi kalangan remaja dan pramuka, Kaliurang merupakan tempat yang populer, karena di daerah ini tersedia juga bumi perkemahan, jalur- jalur jelajah lintas alam dan pemandangan alam yang indah yang menggugah rasa romantis kita.

Vila, bungalow, pasanggrahan dan berbagai sarana penginapan, yang beberapa diantaranya memiliki fasilitas untuk keperluan konvensi (konferensi, seminar, rapat - rapat, loka-karya, penataran) dan rumah - rumah makan, semakin ramai diusahakan orang di daerah wisata ini.

Kaliurang dapat dicapai dari sub terminal Terban dengan micro bus atau bisa pula dari tempat ini naik bus ke Kaliurang, yang berangkat dari terminal Umbulharjo.

sejarah sekaten jogja

Pada tahun 1939 Caka atau 1477 Masehi, Raden Patah selaku Adipati Kabupaten Demak Bintara dengan dukungan para wali membangun Masjid Demak. Selanjutnya berdasar hasil musyawarah para wali, digelarlah kegiatan syiar Islam secara terus-menerus selama 7 hari menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Agar kegiatan tersebut menarik perhatian rakyat, dibunyikanlah dua perangkat gamelan buah karya Sunan Giri membawakan gending-gending ciptaan para wali, terutama Sunan Kalijaga.

Setelah mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat yang ingin memeluk agama Islam dituntun untuk mengucapkan dua kalimat syahadat (syahadatain). Dari kata Syahadatain itulah kemudian muncul istilah Sekaten sebagai akibat perubahan pengucapan. Sekaten terus berkembang dan diadakan secara rutin tiap tahun seiring berkembangnya Kerajaan Demak menjadi Kerajaan Islam.
Demikian pula pada saat bergesernya Kerajaan Islam ke Mataram serta ketika Kerajaan Islam Mataram terbagi dua (Kasultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta) Sekaten tetap digelar secara rutin tiap tahun sebagai warisan budaya Islam.
Di Kasultana Ngayogyakarta, perayaan sekaten yang terus berkembang dari tahun ke tahun pada dasarnya terdapat tiga pokok inti yang antara lain:

1. Dibunyikannya dua perangkat gamelan (Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu) di Kagungan Dalem Pagongan Masjid Agung Yogyakarta selama 7 hari berturut-turut, kecuali Kamis malam sampai Jumat siang.
2. Peringatan hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW pada tanggal 11 Mulud malam, bertempat di serambi Kagungan Dalem Masjid Agung, dengan Bacaan riwayat Nabi oleh Abdi Dalem Kasultanan, para kerabat, pejabat, dan rakyat.

3. Pemberian sedekah Ngarsa Dalem Sampean Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan, berupa Hajad Dalem Gunungan dalam upacara Garebeg sebagai upacara puncak sekaten.

Kegiatan pendukung event tersebut adalah diselenggarakannya Pasar Malem Perayaan Sekaten selama 39 hari, event inilah yang menjadi daya tarik bagi masyarakat Jogja maupun luar Jogja.

Tanda-tanda kucing Hamil

Kucing kita hamil? Asyik. Seperti kehamilan bayi kita, kehamilan kucing merupakan salah satu hal yang paling ditunggu para pemilik kucing. Tapi bagaimana kita tahu si dia tengah hamil? Wow, rupanya kita perlu juga mencatat tanggal perkawinannya. Ini dia tanda-tanda kucing berbadan dua!

Kehamilan kucing mungkin merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu pemilik kucing. Lalu bagaimana cara mengetahui seekor kucing hamil atau tidak ? berikut ini penjelasan mengenai beberapa ciri kucing yang hamil.

Penting sekali untuk selalu mencatat tanggal kucing kesayangan anda kawin. Dari tanggal kawin ini kita dapat memperkirakan waktu kelahiran kucing, sehingga kita dapat mempersiapkan diri mendapat tambahan kucing baru.

Kucing yang hamil dapat mengalami perubahan fisik dan tingkah laku.






PERUBAHAN FISIK
Bagian perut mulai membesar
Perut Kucing yang hamil mulai terlihat membesar pada umur kehamilan 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar hingga mendekati saat melahirkan.

Puting susu memerah dan membesar (pink)
Salah satu tanda yang cukup signifikan adalah berubahnya puting susu. Pada kucing hamil, puting susu sedikit membengkak dan warnanya berubah kemerahan (pink)

Keluar susu
Air susu mulai diproduksi dan bisa dikeluarkan sekitar 3-2 minggu akhir masa kehamilan. Jadi bila puting susu dipencet dengan lembut dan terlihat ada cairan susu, kelahiran akan terjadi sekitar 2-3 minggu lagi.

Bulu sekitar puting susu menipis

PERUBAHAN TINGKAH LAKU
Muntah-muntah
Pada beberapa kejadian (jarang) kucing hamil juga muntah-muntah, seperti manusia pada awal kehamilan. Segera hubungi dan konsultasikan hal ini dengan dokter hewan

Berhentinya siklus birahi secara tiba-tiba.
Siklus birahi (siklus estrus) kucing tergantung berbagai hal, salah satunya adalah musim. Di Indonesia yang merupakan negara tropis, siklus estrus kucing tidak banyak dipengaruhi oleh musim. Rata-rata panjang satu siklus estrus kucing sekitar 1-1.2 bulan. Waktu birahi (estrus) berlangsung sekitar 7 hari. Bila setelah dikawinkan, birahi kucing berhenti secara tiba-tiba dan tidak minta kawin lagi, kemungkinan besar kehamilan terjadi.

Peningkatan nafsu makan.
Kucing yang hamil memperlihatkan peningkatan nafsu makan. Tentunya peningkatan nafsu makan ini bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan ibu dan janinnya.

Lebih lembut & mencari perhatian.
Sebagian kucing yang hamil mengalami perubahan tingkah laku seperti lebih tenang dan lembut. Selain itu mereka juga berusaha mencari perhatian lebih terhadap pemiliknya. Pada akhir masa kehamilan terlihat beberapa tingkah laku seperti gelisah dan lebih suka berada di tempat hangat dan tertutup

MEMASTIKAN KEHAMILAN KUCING

Dokter hewan dapat membantu memastikan kehamilan kucing. Orang yang berpengalaman dapat memastikan kehamilan dengan palpasi (perabaan) pada umur kehamilah 3-4 minggu.

Alat alat seperti USG (ultrasonografi) dan Rontgen (X ray) dapat dipergunakan untuk memastikan kehamilan. USG dapat memastikan kehamilan setelah kandungan berumur minimal minggu. Detak jantung janin kucing baru bisa dideteksi setelah berumur 3 minggu.***

(Dikutip dari kucingkita.com)

Proses kucing melahirkan

Proses kucing jika melahirkan biasanya tidak mau makan sama sekali, bila dah terlihat lendir putih keijoan di alat kelamin biasanya maksimal 6 jam lagi akan melahirkan. Kucing selalu resah,berteriak seperti kucing Hit dan sangat manja sebelum melahirkan.

Sabtu, 09 Agustus 2008

orang-orang misterius

,… Andakah Juga…? “Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, Maka hendaklah ia mengerjakan ‘amal shaleh Dan janganlah ia mempersekutukan sesuatupun Dalam beribadah kepada Rabbnya”(Qs. Al kahfi : 17, 110. Ini adalah cerita Ihwal sekelompok orang, mungkin mereka tidak saling kenal, namun.. mereka memiliki prilaku yang sama seperti suka berlama-lama sholat malam, suka menangis tetapi menyembunyikan dari penglihatan orang banyak, dan suka sekali membayangkan pertemuan dengan Rabbnya….alangkah indahnya….!! Salah seorang diantaranya adalah yang di ceritakan Muhammad bin wasi’ rekannya suka sekali bermunajat di malam hari sampai bulir-bulir air matanya jatuh…bagai hujan, meskipun demikian ia rapi menyembunyikan semua itu. ia mampu menjaganya sampai bertahun-tahun dan pada tahun ke-21 istrinya baru tahu bahwa suaminya suka menangis di malam hari, ia merahasiakan tangisnya selama 20 tahun semata-mata karena takut Riya’ Ruh dari ‘Ibadah dan Amal Shalih’ Setiap amal perbuatan manusia, baik ibadah maupun amal shalih, hanya di terima Allah SWT jika disertai dengan ikhlas.

Ikhlas adalah semata-mata mencari ridha Allah SWT dan tidak mempedulikan manusia sedikitpun, oleh sebab itu, “Manusia-manusia Misterius” itu konsisten dengan sikapnya baik kala sendirian ataupun ketika bersama dengan orang banyak. Ia tidak punya sebersit keinginan pun untuk mengabdikan amalannya kepada makhluk. Itu pula yang mendorongnya untuk menyembunyikan yang ia lakukan, malahan tidak sekedar menyembunyikan. Tetapi sudah merahasiakan kepada siapapun hatta kepada istrinya sekalipun. Orang terdekat mereka. Merekapun sangat menghawatirkan dirinya (keluarganya) dari siksa Neraka. Mereka memahami bahwa tiga orang yang pertama yang dinyalakan bagi mereka Neraka di hari kiamat adalah Qari’(penghafal Al Qur’an), orang yang menginfakkan hartanya pada hala-hal yang terpuji, dan mujahid fii sabililla. Mereka dimasukkan ke Neraka karena tidak berharap kepada ridho Allah SWT dari amal yang mereka kerjakan (Diriwayatkan oleh Muslim) Lalu Ikhlas itU,,,,?

“Orang-orang Misterius “ itu takut di hukum Allah SWT, maka mereka rahasiakan amal-amal mereka. Demikian pulalah yang mereka ajarkan kepada keluarga, kerabat, dan murid-muridnya agar belajar menyembunyikan ‘amalnya dari makhluk. Imam Al-jailani mengatakan, Beramal-lah dengan Ikhlas dan jangan lihat seluruh amal perbuatanmu, yang di terima adalah amal perbuatan yang kalian proyeksikan untuk mengharap keridhaan Allah, bukan keridhaan manusia. Engkau celaka jika beramal untuk manusia, namun engkau berharap amal perbuatanmu di terima Allah, itu perbuatan gila… Melakukan segala sesuatu, baik yang menjadi bahagian dari ibadah maupun segala perbuatan terpuji yang menjadi bahagian muamalah dan aktivitas keseharian, harus dimaksudkan untuk mencari kerhidaan dan kerelaan Allah SWT. Dengan demikian…..kita tentu saja tidak akan melakukan ‘amal-‘amal itu secara sembarangan dan asal-asalan saja. Kita akan melakukan yang terbaik, karena semua hasil yang kita inginkan bukanlah Hasil-hasil duniawi yang fana, tetapi yang kita inginkan…..ridha Allah SWT.

Maka bayangkanlah bagaimana jika Allah SWT sudah ridha terhadap seseorang? Allah SWT akan menjaganya, akan memenuhi keperluannya sekalipun tak meminta, melimpahinya dengan rahmat, dan…bersua dengannya di hari Akhir. Jadi….betapa hinanya nilai dunia dan kerelaan makhluk! Oleh sebab itu ikhlas adalah syarat mutlaq diterimanya ‘amal seorang Bani Adam. “padahal mereka hanya diperintah beribadah kepada Allah, dengan ikhlas mentaatinya semata-mata karena (menjalankan) agama (QS. Bayyinah : 98 ) Simaklah penegasan Nabi Muhammad Saw,……… “Allah tidak menerima amal melainkan amal yang ikhlas dan yang karena (dimaksudkan,pen) untruk mencari ridha Allah SWT. (HR. Ibnu Majah)

Cermati pula pelajaran dan taushiyyah yang diterima Abu ‘Aliyah, ahli hadits dan seorang tabi’in, mengatakan, “Shahabat-shahabat Muhammad Saw berkata kepadaku, “Engkau jangan ber’amal karena selain Allah SWT. Jika itu engkau lakukan, Allah ‘azza wajalla akan menyerahkanmu kepada pihak yang menjadi tujuan ‘amalmu” Tanda-tanda “Orang-orang Misterius” “Orang-orang Misterius itu” memiliki tanda-tanda tertentu. Petanda itu sangat sering muncul pada generasi shahabat kemudian generasi sesudahnya, generasi tabi’in. demikian pula halnya dengan generasi tabi’it-tabi’in tanda-tanda itupun sering muncul.

Namun seiring dengan berjalannya waktu dimana makin beragamnya godaan dunia dan makin lemahnya kemauan untuk mempelajari tuntunan Islam, maka tanda-tanda itu mungkin semakin susah kita temukan pada diri seseorang.dan oleh sebab demikian gigih dan kerasnya “orang-oang misterius” itu merahasiakan perbuatannya, maka tanda-tanda itu semakin sulit lagi ditemukan pada diri seseorang. Tetapi tanpa bermaksud menghibur, semoga saja bukan karena tiadanya Orang-orang Misterius di zaman ini. Semoga saja masih sangat banyak “Orang-orang Misterius” di masa kita ini. Kita tidak tahu dimana mereka, karena sedemikian makin pintarnya mereka menyembunyikan ‘amal shalih dan Ibadah mereka.

Semoga demikian kenyataannya. Misalnya seorang kawan menceritakan seorang Ustadz yang setiap awal bulan di depan pintu rumah mungil kontrakannya (hampir) selalu di temukan sebuah amplop yang berisi uang beberapa ratus ribu. Mungkin karena si salah satu dari “Orang-orang Misterius “ ini menghormati dan sangat menghargai gaya kehidupan Ustadz berputra banyak ini. “mudah” tak banyak menyimpan uang di saku dan laci mejanya, sekalipun ia seorang anggota parlement propinsi. Ia masih sering bersama istrinya menaiki sepeda untuk pergi ke suatu tempat. Tangannya pun mudah mengulurkan “manifestasi” Ukhuwwah Islamiyyah maupun Ukhuwwah Basyariyyah. nah……..mungkin pula sang Ustadz juga menjadi “Orang-orang Misterius” dalam ‘amal-amalnya yang kita tidak kita ketahui.

Mungkin juga termasuk anda??? Semoga, bi idznillah!! Menurut Ibnu Al-jauzi mereka memiliki cirri-ciri, “Adakalanya yang khusyu’ dikatakan orang rajin ibadah, orang diam dijuluki orang yang takut kepada Allah SWT, dan orang yang benci dunia dianggap sebagai orang zuhud. Tanda-tanda orang ikhlas adalah kondisinya tidak berubah saat sendiri dan saat bersama orang lain. Terkadang ia memaksa menebar senyum dad kesenangan pada manusia, agar predikat orang zuhud hilang darinya. Ibnu sirin tertawa pada siang hari. Jika malam datang ia seperti membunuh semua penduduk desa” Bagi mereka “Orang-orang Misterius” itu, manusia bukanlah sosok yang amsuk dalam perhitungan mereka.

Mereka hanya risau da gelisa oleh pandangan Allah SWT kepada mereka, oleh karena itu munajat malam mereka senantiasa dihiasi dengan menangis, perasaan gundah gulana, ketakutan yang sangat sekaligus berharap hendak kepada-Nya. Sebagian diantara mereka sampai tertidur dalam keadaan sujud. Dan hanya itulah saat-saat tidur mereka. Menurut Ibnu Al-Qayyim, “Amal perbuatan paling baik adalah engkau tiak memperlihatkannya kepada manusia, karena ikhlas dan juga dari pandangan diri sendiri dan manusia tidak punya peran di dalamnya. Mereka, “Orang-orang Misterius” itu, tidak pernah berlelah-lelah mengejar simpati manusia, terpikirpun tidak.

Merka tidak memaksudkan segala ‘amal kebajikan mereka untuk di puji dan di sanjung. Mereka mudah sekali melupakan budi baik dan Akhlaqul-karimah mereka kepada manusia. Namun bersamaan dengan itu mereka selalu mengingat kesalahan dan kelalaian yang mereka buat kepada oang lain. Mereka mudah memohon maaf dan menerima kritik.

Mereka orang-orang yang “Mudah” “Orang-orang Misterius” itu sangat bergirang hati jika matahari berungsut pergi dan malam mulai menjelang. Mereka adlah pencinta-pencinta malam, mereka bahagia dalam “Dialog” Dengan Allah SWT dengan munajat-munajat malam. Sebaliknya jika mereka lalai melewati malam tanpa shalat malam, maka seharian itu wwajah mereka menampakkan kemurungan yang sangat. Tak akan tampak sedikitpun, rona suka atau gembira di wajah mereka. Barangkali itu hanya sebahagian tanda-tanda mereka. Itulah “Orang-orang Misterius” semoga anda adalah bahagiam dari mereka, tetaplah rahasiakan semua ‘amal itu.

Allah akan bersama kita. Sebahagian dari mereka… Apabila Muhammad bin Wasi’ seorang generasi tabi’in menceritakan seorang rekannya yang berusaha sungguh-sungguh selama 20 tahun utnuk menyembunyikan tangis munajat malamnya, maka lain halnya dengan Ayyub As-sakhtyani, seorang tabi’in juga. Ia pernah berkata, “Demi Allah ! jika seseorang jujur (Shiddiq), ia lebih senang tidak tahu tempat dirinya, “Mengenai Ayyub As-sakhtiyani, Hammad bin Zaid, seorang ahli hadits mengkisahkan “Kadang Ayyub menceritakan salah satu hadits, lalu ia terpengaruh olehnya, Ia menoleh dalam keadaan hidung beringus dan (ia, pen) berkata “Ah,pilek ini sungguh berat!! Ayyub berlagak seperti Pilek untuk merahasiakan tangisnya, sebab berharap menjadi salah satu dari orang-orang yang di naungi Allah Swt, di bawah naungan-Nya saat tidak ada naungan selain naungannya” Jika salah seorang dari generasi tabi’in itu tidak mungkin berlagak sakit untuk merahasiakan air matanya, (maka, pen) Ia berdiri sebab khawatir air matanya diketahui banyak orang. Kisah Al-Mawardi mungkin tak akan kita temukan dalam diri penulis di Era “Amerika” ini, Dalam kisah perjalanan hidupnya dituliskan bahwa tidak ada satupun buku-buku karyanya yang muncul di saat Ia masih hidup